Pemberian Cindera Mata

Salah Kaprah Tentang Silaturrahim

Pemberian Cindera Mata

Sebagian orang salah mengartikan arti silaturrahim, dengan menganggap semua tindakan yang mengikat hubungan dengan orang lain sebagai silaturrahim. Ini jelas tidak benar dari sudut pandang linguistik atau dari sudut pandang yang berlaku. Dari kesalahpahaman ini, masih banyak kesalahan lain yang memang patut kita koreksi. diantara mereka:

1. Menggunakan argumen tentang silaturrahim dalam tindakan yang bukan silaturrahim

Misalnya, menggunakan argumen tentang silaturrahim untuk mengundang orang ke reuni sekolah, pertemuan rekan kerja, dan sejenisnya. Kemudian beliau meyakini bahwa peristiwa-peristiwa tersebut memiliki keutamaan memperpanjang umur, memperluas ruang lingkup penghidupan, dan menjadi alasan masuk surga, yang merupakan keutamaan silaturahim. Tentu saja ini tidak benar.

2. Menggunakan dalih pertemanan dalam perbuatan yang dilarang agama

Misalnya menggunakan dalih pertemanan untuk mengundang orang ke acara karaoke, merayakan ulang tahun seseorang, pertemuan dengan teman yang membingungkan pria dan wanita, dll. Bahkan mengingkari perbuatan yang diharamkan oleh agama atas nama silaturahim, itu adalah kebaikan.

3. Gunakan alasan pertemanan agar tidak melepaskan hal-hal buruk

Misalnya, mereka enggan untuk meninggalkan teman-teman buruk yang sering mengklaim pesta pora dan hal-hal yang tidak berguna dengan dalih tidak ingin memutuskan hubungan pertemanan. Jangan ragu untuk berhenti berkencan dengan alasan “putus” dengan pacar berarti memutuskan hubungan pertemanan. Jangan sungkan untuk menolak ajakan teman hang out tanpa manfaat dan membual dengan dalih takut memutuskan hubungan pertemanan.

Semua ini adalah kesalahpahaman dalam arti dan praktik silaturrahim. Mereka mengira mereka terhubung, tapi ternyata tidak. Sehingga perintah dan keutamaan silaturrahmi tidak berlaku padanya.

Selain itu, tidak ada pembenaran untuk kebingungan dan menyembunyikan kebatilan dengan dalih bahwa itu adalah perbuatan baik. Tuhan Yang Maha Esa berfirman:

Jangan memakai kebenaran palsu

“Dan janganlah kamu mencampuradukkan yang hak dengan yang batil…” (Al-Baqarah: 42).

Leave a Reply

Your email address will not be published.